26
Agu
09

PEMBAHASAN KI


BAB IV

HASIL PENELITIAN

Pada bab ini berisikan deskripsi dan analisis data serta pembahasan tentang minat siswa SMA N 3 Pamenang untuk memasuki jurusan IPA atau IPS didasarkan kemampuan matematikanya berdasarkan jawaban responden yang diperoleh melalui angket.

4.1. Analisis Data

Hasil analisis data yang diberikan meliputi hal-hal berikut ini.

4.1.1. Jurusan yang dipilih siswa SMA N 3 Pamenang sesuai dengan minatnya dibidang matematika

Pemilihan jurusan dari siswa SMA N 3 Pamenang berdasarkan minatnya dapat dilihat pada Tabel 2 berikut:

Tabel 2

Jurusan Yang Paling Diminati Oleh Siswa

No

Jurusan Prodi

F

%

1

2

IPA

IPS

14

23

37,84

62,16

Jumlah

37

100

Berdasarkan pengolahan data tabel 3 dari semua sampel (37 orang) siswa, minat untuk memasuki jurusan IPS lebih besar (62,16%) dibandingkan minat untuk memasuki jurusan IPA (37,84%). Ini memberikan gambaran bahwasannya mayoritas siswa memilih jurusan IPS. Dalam pemilihan jurusan ini, siswa memberikan alasan tersendiri seperti diungkap pada Tabel 3 berdasarkan senang atau tidaknya terhadap mata pelajaran matematika.
Tabel 3

Gambaran Senang Atau Tidaknya Siswa

Terhadap Pelajaran Matematika

No

Gambaran senang/tidak

F

%

1

2

3

Senang

Kurang senang

Tidak senang

13

23

1

35,14

62,16

2,7

Jumlah

37

100

Dari tabel di atas terungkap bahwasannya matematika merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa (62,16%). Sedangkan yang menyenangi mata pelajaran matematika hanya (35,14%). Berdasarkan gambaran di atas, jurusan yang diambil siswa bila dilihat dari minat dibidang matematika digambarkan dalam Tabel 4 berikut:

Tabel 4

Pemilihan Jurusan Disesuaikan Dengan

Minat Dibidang Matematika

No

Minat dibidang matematika

F

%

1

2

3

4

5

Sangat sesuai dengan minat

Sesuai

Cukup sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai sama sekali

4

9

9

14

1

10,81

24,32

24,32

37,80

2,7

Jumlah

37

100

Tabel di atas mengungkapkan (37,84%) responden merasa kurang sesuai jurusan yang dipilih dengan minatnya dibidang matematika. Sedangkan (24,32%) responden yang menyatakan sesuai dan cukup sesuai berimbang. Hanya (10,81%) yang menyatakan sangat sesuai dengan minatnya dibidang matematika.

4.1.2. Hal-hal yang melatar belakangi dalam pemilihan jurusan

Latar belakang dalam pemilihan jurusan ada dua Tabel, Tabel 5 menggambarkan responden yang memilih jurusan IPA dan Tabel 6 yang menggambarkan responden jika memilih jurusan IPS.

Tabel 5

Latar Belakang Jika Memilih Jurusan IPA

No

Latar belakang

F

%

1

2

3

4

5

6

Karena kemampuan matematika di atas rata-rata

Karena menyenangi pelajaran matematika

Karena ingin lebih mendalami pelajaran matematika

Karena pentingnya pelajaran matematika

Karena dorongan orang tua

Karena keputusan majelis guru

0

0

15

14

5

3

0

0

40,45

37,84

13,51

8,11

Jumlah

37

100

Siswa sebesar (40,45%) jika mengambil jurusan IPA beralasan ingin mendalami pelajaran matematika, sedangkan (37,84%) beralasan karena matematika merupakan pelajaran yang sangat penting. Untuk yang beralasan karena dorongan orang tua hanya (13,51%). Sedangkan karena keputusan majelis guru porsentasinya lebih kecil yaitu(8,11%).

Adapun latar belakang siswa jika memilih jurusan IPS digambarkan pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6

Latar Belakang Jika Memilih Jurusan IPS

No

Latar belakang

F

%

1

2

3

Karena kurang menyenangi pelajaran eksakta, seperti matematika

Karena kemampuan matematika di bawah rata-rata

Karena matematika pelajaran yang saangat susah

5

21

11

13,51

56,76

29,23

Jumlah

37

100

Tabel 6 di atas secara jelas menggambarkan jika siswa sebagian besar (56,76%) beralasan memasuki jurusan IPS karena kemampuan matematikanya di bawah rata-rata. Sedangkan (29,23%) menyatakan bahwa pelajaran matematika sangat susah, bahkan sebesar (15,51%) menyatakan bahwa mereka kurang menyenangi pelajaran matematika.

4.1.3. Pengaruh nilai pelajaran matematika terhadap minat siswa dalam pemilihan jurusan

Pengolahan data nilai mata pelajaran matematika responden kelas XI pada saat duduk di kelas X semester dua (genap) terlihat dalam tabel 7 di bawah ini:

Tabel 7

Daftar Nilai Mata Pelajaran Matematika

Pada Semester Dua Kelas X Bagi Responden Kelas XI

No

Kelas/Jurusan

Nilai

Nilai rata-rata responden perjurusan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

XI IPA

73

69

63

67

68

73

68,83

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

XI IPS1

68

63

60

60

71

68

62

64,14

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

XI IPS2

64

68

61

66

67

63

67

Nilai rata-rata pelajaran matematika siswa yang mengambil jurusan IPA sebesar (68,83) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pelajaran matematika siswa yang mengambil jurusan IPS (64,86).

Sedangkan gambaran bagi siswa yang telah duduk di kelas XII daftar nilai matematikanya pada saat kelas X semester dua (genap) tertera pada Tabel 8 berikut:

Tabel 8

Daftar Nilai Mata Pelajaran Matematika Pada

Semester Dua Kelas X Bagi Responden Kelas XII

No

Kelas/Jurusan

Nilai

Nilai rata-rata responden perjurusan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

XII IPA

55

50

52

55

54

39

50,85

7.

8.

9.

10.

11.

12.

XII IPS1

45

35

45

45

37

35

32,8

13.

14.

15.

16.

17.

XII IPS2

31

37

36

26

34

Tabel di atas mengungkapkan siswa yang mengambil jurusan IPA memiliki nilai rata-rata pelajaran matematika (50,83) lebih tinggi jika dibandingkan nilai rata-rata siswa yang mengambil jurusan IPS sebesar (36,91). Tingkat perbedaan nilai matematikanya cukup tinggi.

4.1.4. Cara menyesuaikan antara kemampuan matematika dengan minat terhadap jurusan yang akan dipilih

Tabel berikut mengungkapkan gambaran tentang menyesuaikan antara kemampuan matematika dengan minat siswa terhadap jurusan yang akan dipilihnya.

Tabel 9

Cara Menyesuaikan Kemampuan Matematika Dengan Minat Terhadap Jurusan Yang Akan Dipilih

No

Cara menyesuaikan kemapuan matematika dengan minat terhadap jurusan

F

%

1.

2.

3.

4.

Mendalami lagi pelajaran matematika

Mengikuti les/privat

Biasa-biasa saja

Tidak perlu memperdalam

24

5

8

0

64,86

13,51

21,62

0

Jumlah

37

100

Dari tabel di atas terungkap tentang cara menyesuaikan kemampuan matematika dengan minatnya terhadap jurusan yang akan dipilihnya yaitu, (64,86%) menyatakan akan mendalami lagi pelajaran matematika. (13,51%) mengatakan akan mengikuti les/privat, dan sisanya (21,62%) tidak begitu mempermasalahkan kemampuan matematikanya dengan menyatakan biasa-biasa saja. Artinya mayoritas siswa akan mendalami lagi pelajaran matematika.

4.1.5. Usaha-usaha yang dilakukan siswa untuk mewujudkan jurusan sedangkan kemampuan matematikanya rendah

Untuk mewujudkan jurusan yang diinginkan responden perlu melakukan usaha. Adapun usaha-usaha yang dilakukan responden sesuai minatnya sedangkan kemampuan matematikanya rendah terlihat pada Tabel 10 berikut ini:

Tabel 10

Usaha-Usaha Dalam Mewujudkan Jurusan Sesuai Minatnya Sedangkan Kemampuan Matematikanya Rendah

No

Usaha-usah yang dilakukan

F

%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Melengkapi peralatan nelajar

Melakukan kegiatan belajar dengan penuh disiplin

Mengkonsultasikan pelajaran dengan guru bidang studi

Meningkatkan kegiatan belajar di perpustakaan

Mengikuti kegiatan kelompok belajar

Mengikuti les/privat

Lain-lain

1

12

13

1

5

4

1

2.7

32,43

35,14

2,7

13,51

10,81

2,7

Jumlah

37

100

Dilihat dari tabel di atas usaha yang terbesar (35,14%) responden dalam mewujudkan jurusan yang dipilihnya sedang kemampuan matematikanya rendah dengan cara mengkonsultasikan pelajaran dengan guru bidang studi, (32,43%) responden melakukan kegiatan belajar dengan penuh disiplin, serta (13,51%) mengikuti kegiatan kelompok belajar dan (10,81%) mengikuti les/privat.

Untuk memudahkan usaha yang responden lakukan berkaitan erat dengan tempat tinggal mereka yang mendukung sebagaimana tertera dalam Tabel 11 berikut ini:

Tabel 11

Alamat Tinggal Responden

No

Alamat tinggal responden

F

%

1.

2.

3.

4.

Bersama orang tua

Indekos

Menyewa kamar

Dengan famili

26

4

0

7

70,27

10,81

0

18,92

Jumlah

37

100

Dari Tabel 11 terlihat bahwasanya (70,27%) responden tinggal bersama orang tuanya, (18,92%) tinggal bersama famili dan hanya (10,81%) yang indekos.

Karena responden mayoritas tinggal bersama orang tuanya akan sangat mendukung dalam menjalankan usaha-usaha mereka untuk mewujudkan jurusannya masing-masing. Terlebih lagi orang tua responden memahami arti pentingnya pelajaran matematika, sebagaimana digambaran dalam Tabel 12 ini:

Tabel 12

Orang Tua Responden Memahami Pelajaran Matematika

No

Memahami arti pentingnya matematika

F

%

1.

2.

Ya

Tidak

36

1

97,3

2,7

Jumlah

37

100

Sangat terlihat jelas bahwa orang tua responden secara mutlak (97,3%) sangat memahami arti pentingnya pelajaran matematika bagi anak-anaknya, walaupun tingkat pendidikan orang tua responden sangat berfariasi sebagaimana digambarkan dalam Tabel 13 berikut:

Tabel 13

Tingkat Pendidikan Orang Tua

No

Tingkat pendidikan orang tua

F

%

1.

2.

3.

4.

SD

SLTP

SLTA

PT

15

6

12

4

40,54

16,22

32,43

10,81

Jumlah

37

100

Dari tabel di atas terungkap bahwa pedidikan tertinggi orang tua responden terbanyak adalah SD (40,54%), dan (32,43%) pendidikan orang tua responden SLTA, sedangkan pendidikan orang tua SLTP sebanyak (16,22%) dan orang tua yang mengenyam pendidikan tinggi hanya (10,81%) saja. Walaupun pendidikan orang tua terbanyak hanya SD, orang tua responden sangat mengerti arti pentingnya matematika.

4.1.6. Kesulitan dan hambatan dalam mewujudkan minat terhadap suatu jurusan

Dalam mewujudkan minat terhadap suatu jurusan yang diinginkan responden mengalami hambatan-hambatan, telihat pada Tabel 14 berikut:

Tabel 14

Kesulitan Dan Hambatan Dalam Mewujudkan Minat

Terhadap Suatu Jurusan

No

Hambatan yang dialami

F

%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Kurangnya dorongan dari orang tua

Kurangnya kemampuan ekonomi orang tua

Kurangnya kemampuan (daya tangkap) terhadap pelajaran

Besarnya biaya untuk les/privat

Sulit membagi waktu untuk keperluan belajar

Sering mendapat gangguan kesehatan

Tidak ikut dalam kegiatan kelompok belajar

1

5

26

1

4

0

0

2,7

13,51

70,27

2,7

10,81

0

0

Jumlah

37

100

Dilihat dari Tabel 14 ditemukan hambatan dalam mewujudkan minatnya terbanyak (70,27%) kurangnya kemampuan (daya tangkap) terhadap pelajaran, (13,51%) kurangnya kemampuan ekonomi orang tua dan (10,81%) sulit untuk membagi waktu untuk keperluan belajar. Selain hambatan-hambatan di atas, responden juga dihadapkan mengenai kecilnya porsentase bimbingan yang diberikan orang tua sewaktu belajar yang digambarkan dalam Tabel 15 berikut:

Tabel 15

Porsentase Bimbingan Orang Tua Yang

Diberikan Sewaktu Belajar

No

Porsentase bimbingan orang tua

F

%

1.

2.

3.

Selalu

Jarang

Tidak pernah

6

27

4

16,22

72,97

10,81

Jumlah

37

100

Dari Tabel 14 di atas terungkap bahwasanya sebagian besar (72,87%) orang tua jarang memberikan bimbingan kepada anak-anaknya sewaktu belajar, hanya (16,22%) orang tua yang memberikan bimbingan dan (10,81%) orang tua yang tidak pernah memberikan bimbingan kepada anaknya pada waktu belajar.

4.2. Pembahasan

Ada beberapa temuan yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Namun demikian temuan-temuan yang diperoleh itu masih perlu dibahas lebih lanjut guna membuat kesimpulan-kesimpulan. Berikut akan dibahas makna dari temuan-temuan tersebut.

4.2.1. jurusan yang dipilih siswa SMA N 3 Pamenang apakah sesuai dengan minatnya dibidang matematika.

Berdasarkan temuan penelitian (62,16%) siswa SMA N 3 Pamenang lebih senang atau berminat untuk mengambil jurusan IPS (Tabel 2). Dengan alasan jika memasuki jurusan IPA mereka kurang senang dengan pelajaran matematika (62,16%) karena pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran ciri khas jurusan IPA (Tabel 3). Dan ternyata dalam pemilihan jurusan kurang sesuai dengan minat mereka dibidang matematika (37,84%), sedangkan yang sesuai hanya (24,32%) saja (Tabel 4). Sehingga mereka lebih senang mengambil jurusan IPS.

Walaupun minat responden mayoritas memilih Jurusan IPS minat mereka bisa diubah karena “minat bukanlah suatu yang statis atau mandek, tetapi dinamis dan mengalami pasang surut” (Modul BK SLTA Kelas I, 2003:27). Sehingga minat mereka bisa diarahkan ke jurusan yang lain karena masukan-masukan tertentu dari berbagai pihak seperti guru, orang tua, teman, maupun lingkungan.

4.2.2. Hal-hal yang melatar belakangi pemilihan jurusan

Apabila responden memasuki jurusan IPA, (40,45%) mereka lebih didasarkan karena ingin lebih mendalami pelajaran matematika, sedangkan (37,84%) dilatarbelakangi karena pentingnya pelajaran matematika. Dan apabila mereka mengambil jurusan IPS (56,76%) berdasarkan karena kemampuan matematika mereka di bawah rata-rata (Tabel 6). Dari data-yang ada memberikan gambaran bahwasanya kemampuan dibidang matematika kurang dan ini berkaitan erat dalam pemilihan jurusan.

4.2.3. Pengaruh nilai mata pelajaran matematika terhadap minat siswa dalam pemilihan jurusan

Sampel yang diambil adalah kelas XI dan kelas XII, mereka terbagi menjadi dua jurusan yaitu jurusan IPA dan jurusan IPS. Dengan mengambil data nilai pelajaran matematika responden pada saat kelas X Semester Dua (Genap) waktu penentuan jurusan. Sebagaimana dalam buku Pedoman Umum Pengembangan Penilaian KBK untuk SMA disebutkan bahwa “Penentuan penjurusan Program Studi IPA, IPS dan Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2 kelas X” (Pedoman Umum Pengembangan Penilaian, 2004:114). Rata-rata nilai matematika responden yang duduk di kelas XI IPA (68,83) lebih tinggi dari pada responden yang duduk di kelas XI IPS (64,86) sebagaimana dalam (Tabel 7).

Sedangkan nilai rata-rata responden yang duduk di kelas XII IPA (50,83) juga lebih tinggi dibandingkan responden yang duduk di kelas XII IPS (36,91). Ini membuktikan bahwasanya nilai pelajaran matematika mempengaruhi minat siswa dalam pemilihan jurusan. Dimana responden yang berminat mengambil jurusan IPA rata-rata nilai pelajaran matematika mereka pada saat semester dua kelas X lebih tinggi dari pada rata-rata responden yang berminat di jurusan IPS pada saat semester dua kelas X.

4.2.4. Cara menyesuaikan antara kemampuan matematika dengan minat terhadap jurusan yang dipilih

Cara responden menyesuaikan antara kemampuan matematika dengan minat terhadap suatu jurusan yang dipilih sebagian besar (64,86%) responden akan mendalami pelajaran matematika (Tabel 9).

4.2.5. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mewujudkan jurusan yang diminati sedangkan kemampuan matematikanya rendah

Untuk mewujudkan jurusan sesuai minatnya sedangkan kemampuan matematikanya rendah, siswa melakukan usaha-usaha diantaranya adalah (35,14%) mengkonsultasikan pelajaran dengan guru bidang studi dan (32,43%) melakukan kegiatan belajar dengan penuh disiplin (Tabel 10). Kedua usaha ini membutuhkan bimbingan dari guru bidang studi dan kemandirian dalam belajar secara penuh disiplin. Usaha ini sangat didukung tempat tinggal mereka (70,27%) bersama orang tua (Tabel 11) sebab orang tua mayoritas (97,3%) sangat memahami arti pentingnya pelajaran matematika bagi anak-anaknya (Tabel 12). Walaupun kebanyakan orang tua responden berpendidikan rendah, yaitu SD (40,54%) dan SLTA (32,43%).

4.2.6. Kesulitan dan hambatan dalam mewujudkan minat terhadap suatu jurusan

Kenyataan menunjukkan bahwa dalam mewujudkan minat siswa terhadap suatu jurusan mengalami beberapa kesulitan dan hambatan. Pertama, karena kurangnya kemampuan (daya tangkap) terhadap pelajaran. Kedua, Jarangnya orang tua membimbing anak-anaknya sewaktu belajar. Ketiga, kurangnya kemampuan ekonomi orang tua. Dan Keempat, sulit dalam membagi waktu untuk keperluan belajar (Tabel 14 dan Tabel 15).

Kesulitan-kesulitan tersebut di atas wajar saja terjadi, hal ini diduga karena mereka belum maksimal dalam belajar sehingga daya tangkap terhadap pelajaran kurang. Jika mereka belajar dengan keras dan disiplin pasti mereka mampu mengatasi kesulitan di atas. Sedangkan bagi orang tua hendaknya selalu memberikan bimbingan sewaktu anak-anaknya belajar dengan memberikan perhatian lebih. Siswa akan lebih termotivasi dalam belajar, terlebih lagi untuk mata pelajaran-mata pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti matematika. Namun, siswapun jangan merasa rendah diri dengan kemampuan orang tua yang pas-pasan, siswa harus bisa membagi waktu antara belajar dan membantu orang tua dalam bekerja.


0 Responses to “PEMBAHASAN KI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: