26
Agu
09

PENDAHULUAN KI


BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan beberapa hal yang berkenaan dengan landasan pelaksanaan penelitian, yaitu latar belakang masalah, identifikasi dan pembatasan masalah, pertanyaan penelitian dan kegunaan penelitian.

1.1. Latar Belakang Masalah

Bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang tengah menjalani proses pendidikan di sekolahnya masing-masing, menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan serta mata pelajaran yang diajarkan kepada mereka merupakan tugas utama selaku siswa selama menjalani pendidikan di SMA. Pencapaian prestasi belajar yang tinggi dalam setiap mata pelajaran akan sangat membantu mereka, bukan hanya dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap ujian semester, namun yang lebih penting lagi untuk menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) agar lulus minimal sesuai standar yang telah ditentukan pemerintah.

Mata pelajaran yang dihadapi para siswa SMA cukup banyak dan membutuhkan keseriusan mempelajarinya. Sebagaimana yang tercantum dalam PP RI No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas :

a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Kelompok mata pelajaran estetika.

e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

Dengan penjabaran yang lebih luas lagi bagi kelompok mata pelajaran ilmu pengatahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB/Paket C, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan bahasa, matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, keterampilan kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan.

Dari berbagai mata pelajaran yang mesti dipelajari siswa SMA, ada beberapa mata pelajaran esensial yang berkaitan erat dalam proses penjurusan atau pemilihan program studi. Misalkan untuk untuk program studi IPA, siswa tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada suatu pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Adapun jurusan-jurusan yang ada di Sekolah Menengah Atas terdiri atas tiga program studi sebagaimana yang tercantum dalam pengembangan penilaian kurikulum (2004:113), yaitu program studi ilmu alam (Jurusan IPA), program studi ilmu sosial (Jurusan IPS) serta program studi bahasa.

Dalam penentuan jurusan untuk program-program studi yang ada dilakukan mulai akhir semester 2 kelas X. Setelah siswa naik ke kelas XI pelaksanaan program penjurusan studi baru dilakukan. Penentuan jurusan inilah yang perlu diperhatikan secara cermat oleh majelis guru maupun siswa, mengingat hal ini menyangkut penentuan arah berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswa. Agar siswa mempunyai gambaran yang jelas dan terarah, maka segala persiapan yang diperlukan untuk memantapkan pilihan serta mewujudkannya dapat dilakukan lebih mudah.

Berdasarkan wawancara terhadap beberapa siswa SMA N 3 Pamenang, didapati adanya kesulitan dalam pemilihan jurusan serta adanya ketidaksesuaian antara minat dengan jurusan yang diinginkan.

Mengingat adanya beberapa program studi yang akan ditempuh. Maka suatu keputusan yang tepat harus diambil untuk menentukan jurusan mana yang akan menjadi pilihannya. Proses penentuan jurusan sebagaimana yang telah diterangkan diatas dilakukan semasa siswa berada dikelas X. Proses pengambilan keputusan dalam penentuan jurusan pada dasarnya adalah suatu proses yang sulit. Proses ini akan lebih mudah bila telah diketahui bagaimana keadaan arah serta kemampuan yang dimilikinya. Pengambilan keputusan dalam pemilihan jurusan akan lebih sulit bagi masing-masing siswa, mengingat adanya beberapa jurusan yang ada dan mesti memilihnya salah satu yang benar-benar sesuai baginya.

Kriteria dalam penentuan jurusan program studi ditingkat menengah atas, sebagaimana tercantum dalam pengembangan penilaian kurikulum (2004:114/115) meliputi dua kriteria, yaitu :

1. Nilai akademik

Siswa yang naik di kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu yaitu : Ilmu Alam (IPA) atau Ilmu Sosial (IPS) atau Bahasa boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran yang belum menjadi ciri khas program mata studi tersebut. Nilai itu harus menjadi dasar untuk menentukan jurusan yang dapat diikuti oleh siswa.

a. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah fisika, matematika dan sejarah (2 mata pelajaran ciri khas jurusan IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke jurusan Bahasa.

b. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke jurusan IPS.

c. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosiologi dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas jurusan IPS dan 1 ciri khas jurusan Bahasa), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke jurusan IPA.

2. Minat Siswa

Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara atau cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan minat dan bakat.

Berdasarkan uraian diatas, perlu dilihat minat siswa dalam pemilihan jurusan, kesulitan-kesulitan yang dialami untuk menentukan pilihan jurusan didasarkan kemampuan akademiknya juga diperhatikan. Agar penentuan jurusan ini dapat memberi gambaran, perlu dikaji lebih lanjut melalui suatu penelitian Karya Ilmiah yang berjudul “Minat Siswa SMAN 3 Pamenang untuk Memasuki Jurusan IPA atau IPS Didasarkan Kemampuan Matematikanya”.

1.2. Perumusan dan Pembatasan Masalah.

Permasalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana minat dari siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Pamenang dalam pemilihan jurusan yang terdapat di sekolahnya. Yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) didasarkan kemampuan matematikanya. Kedua jurusan inilah yang akan menjadi pilihan siswa-siswinya dalam proses pendidikan yang ditempuhnya dalam jenjang SMA. Namun, pemilihan jurusan ini pada dasarnya meliputi dua kriteria, yaitu nilai akademik dan minatnya. Untuk kriteria nilai akademik, penelitian ini membatasi untuk nilai akademik matematikanya disemester 2 kelas X. Dan siswa dalam penelitian ini dibatasi untuk kelas XI dan XII, mengingat untuk kelas X mereka baru saja menjadi siswa baru di SMA N 3 Pamenang.

1.3. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan perumusan dan pembatasan masalah, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

1.3.1. Apakah jurusan yang dipilih siswa di SMA sesuai dengan minat dan kemampuan akademiknya dibidang matematika?

1.3.2. Hal-hal apa saja yang melatar belakangi dalam memilih jurusan?

1.3.3. Apakah nilai pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang mempengaruhi minat siswa terhadap pemilihan jurusan?

1.3.4. Bagaimana cara menyesuaikan antara kemampuan matematikanya dengan minat terhadap jurusan yang akan dipilih?

1.3.5. Usaha-usaha apakah yang seharusnya dilakukan siswa untuk mewujudkan pilihan jurusan sedangkan kemampuan matematikanya rendah?

1.3.6. Kesulitan dan hambatan apa saja yang dialami siswa dalam mewujudkan minat terhadap suatu jurusan?

1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, secara umum tujuan penelitian ini ialah untuk menjawab pertanyaan penelitian yang menyangkut minat siswa dalam pemilihan jurusan di SMA didasarkan kemampuan matematikanya. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah :

1.4.1. Untuk mengungkapkan jurusan yang dipilih siswa SMA N 3 Pamenang apakah sesuai dengan minatnya dibidang matematika.

1.4.2. Untuk mengungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi siswa dalam memilih jurusan tertentu.

1.4.3. Untuk mengungkapkan pengaruh nilai pelajaran matematika terhadap minat siswa dalam pemilihan jurusan.

1.4.4. Untuk menggambarkan cara menyesuaikan antara kemampuan matematika dengan minat terhadap jurusan yang akan dipilih.

1.4.5. Untuk mengungkapkan usaha-usaha yang dilakukan siswa untuk mewujudkan pemilihan jurusan, sedangkan kemampuan matematikanya rendah.

1.4.6. Untuk mendeskripsikan kesulitan dan hambatan yang dialami siswa dalam mewujudkan minat terhadap suatu jurusan.

1.5. Kegunaan Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian diatas, maka hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat bagi :

1.5.1. Kepala Sekolah, orang tua, majelis guru, serta pihak-pihak lain yang terkait erat dalam pendidikan.

1.5.2. Sebagai bahan masukan bagi jurusan pendidikan matematika untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya dibidang matematika.

1.5.3. Guru bidang studi matematika dalam menggali dan mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jurusan yang diminatinya.

1.5.4. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas dalam pemilihan jurusan tidak asal pilih. Karena menyangkut keberhasilannya dalam proses pendidikan selama menempuh pendidikan di sekolah.

1.6. Penjelasan Istilah

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dan kesalahtafsiran terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian ini, akan dijelaskan maksud dan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu :

1.6.1. Minat

Minat merupakan keinginan dan dorongan yang kuat yang ada pada diri seseorang dan kesiapannya untuk menggapai sesuatu hal yang menjadi cita-citanya atau karirnya.

1.6.2. Jurusan IPA

Jurusan IPA yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu jurusan program studi ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan MA yang menitikberatkan dalam bidang akademis eksakta dan ilmu alam seperti: matematika, fisika, kimia dan biologi.

1.6.3. Jurusan IPS

Jurusan IPS yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu jurusan program studi ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan MA yang menitikberatkan dalam ilmu-ilmu sosial, seperti: ekonomi, sejarah, sosiologi dan geografi.

1.6.4. Matematika

Matematika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bilangan, hubungan dan penyelesainnya yang dihasilkan secara bernalar dan dituliskan dengan menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu secara jelas dan akurat.

Dari penjelasan keempat istilah diatas dapat disimpulkan bahwa minat siswa SMA N 3 Pamenang untuk memasuki jurusan IPA atau IPS didasarkan kemampuan matematikanya. Adalah mengacu kepada kecenderungan hati yang tinggi terhadap pemilihan jurusan IPA atau IPS didasarkan dengan kemampuannya dalam ilmu tentang bilangan yang dilakukan oleh sekelompok siswa yang baru menginjak pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas.


0 Responses to “PENDAHULUAN KI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: